Kamis, 04 Oktober 2012

JANTUNG

| | 0 komentar


  1. Jantung
Ukuran jantung manusia kurang lebih sebesar kepalan tangan. Jantung adalah satu otot tunggal yang terdiri dari lapisan endothelium. Jantung terletak di dalam rongga torakik, di balik tulang dada. Struktur jantung berbelok ke bawah dan sedikit ke arah kiri. Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru, namun tertutup oleh selaput ganda yang bernama perikardium, yang tertempel pada diafragma. Lapisan pertama menempel sangat erat kepada jantung, sedangkan lapisan luarnya lebih longgar dan berair, untuk menghindari gesekan antar organ dalam tubuh yang terjadi karena gerakan memompa konstan jantung. Jantung dijaga di tempatnya oleh pembuluh-pembuluh darah yang meliputi daerah jantung yang merata/datar, seperti di dasar dan di samping. Dua garis pembelah (terbentuk dari otot) pada lapisan luar jantung menunjukkan di mana dinding pemisah di antara serambi & bilik jantung.
Secara umum fungsi jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh dan menampungnya kembali setelah dibersihkan organ paru-paru. Hal ini berarti bahwa fungsi jantung manusia adalah sebagai alat atau organ pemompa darah pada manusia. Pada saat itu jantung menyediakan oksigen darah yang cukup dan dialirkan ke seluruh tubuh, serta membersihkan tubuh darih hasil metabolisme (karbondioksida). Sehingga untuk melaksanakan fungsi jantung mengumpulkan darah yang kekurangan oksigen dari seluruh tubuh dan selanjutnya memompanya ke paru-paru, dengan cara darah pada jantung mengambil oksigen dan membuang karbondioksida. Pada jantung darah yang kaya akan oksigen yang berasal dari paru-paru dipompa ke jaringan seluruh tubuh Manusia.
cara kerja jantung secara umum yaitu otot jantung mampu berkontraksi secara otomatis. Kontraksi dan relaksasi otot membuat jantung mengembang dan mengempis secara bergantian. Serambi dan bilik jantung mengembang dan mengempis secara bergantian. Kontraksi jantung menimbulkan denyutan yang dapat dirasakan pada pembuluh nadi (arteri) dibeberapa tempat.
                                         

dibantu 2 pembuluh yaitu pembuluh nadi (Arteri) dan pembuluh balik (vena).
peran pembuluh nadi (arteri) sangat penting bagi jantung, yaitu untuk
membawa darah keluar dari jantung. Umumnya pembuluh nadi mengalirkan darah yang mengandung banyak oksigen. Dinding arteri lebih tebal jika dibandingkan dengan vena, dinding arteri juga lebih kuat dan elastic sehingga memungkinkan mengalirkan darah dari jantung dalam jumlah yang banyak dan kaya akan oksigen.
Mengapa denyut nadi saat istirahat dan beraktivitas berbeda?
·   Denyut nadi adalah denyutan arteri dari gelombang darah yang mengalir melalui pembuluh darah sebagai akibat dari denyutan jantung. Denyut nadi sering diambil di pergelangan tangan untuk memperkirakan denyut jantung. Jantung adalah organ vital dan merupakan pertahanan terakhir untuk hidup selain otak. Denyut yang ada di jantung ini tidak bisa dikendalikan oleh manusia


Denyut jantung yang optimal untuk setiap individu berbeda-beda tergantung pada kapan waktu mengukur detak jantung tersebut (saat istirahat atau setelah berolahraga). Variasi dalam detak jantung sesuai dengan jumlah oksigen yang diperlukan oleh tubuh saat itu.
Denyut Nadi Maksimal (Maximal Heart Rate) Denyut nadi maksimal adalah maksimal denyut nadi yang dapat dilakukan pada saat melakukan aktivitas maksimal seperti berlari.
Denyut nadi istirahat adalah denyut nadi yang diukur saat istirahat dan tidak setelah melakukan aktivitas. Pengukuran denyut nadi ini dapat menggambarkan tingkat kesegaran jasmani seseorang.pengukuran ini dilakukan selama 10 sampai 15 detik 





leer más...

Selasa, 02 Oktober 2012

PROSES PENYEMBUHAN LUKA

| | 1 komentar

                                     SYSTEM PEMBEKUAN DARAH





Pembekuan Darah
Cara Kerja Pembekuan Darah:
  • Ketika luka mulai mengeluarkan darah pada tubuh kita,
  • maka trombo cyt akan tersangkut bagi an yang kasar karena luka itu ,
  • trombocyt pecah mengeluarkan enzim trombokinase/tromboplastin .
  • enzim segera bergabung dengan kalsium , vit K dan protrombin protein darah yang ada di plasma darah.
  • komponen itu terjadi reaksi kimia yang akhirnya membentuk jalinan benang-benang yang dihasilkan membentuk lapisan pelindung.
  • Lapisan sel-sel paling atas akhirnya mati, menumpuk, sehingga membentuk keropeng.
  • Di bawah keropeng ini, atau lapisan pelindung, sel-sel baru sedang terbentuk.
  • Ketika sel-sel yang rusak telah selesai diperbarui, keropeng tersebut akan mengelupas.

  • Setiap orang mengetahui bahwa pendarahan akhirnya akan berhenti ketika terjadi luka atau terdapat luka lama yang mengeluarkan darah kembali.
  • Di tempat terjadinya pendarahan, gumpalan darah beku terbentuk, sehingga menyumbat dan menyembuhkan luka pada saatnya.
  • Hilangnya satu bagian dari komponen penggumpal darah dari sistem ini atau kerusakan apa pun padanya akan menjadikan keseluruhan proses tidak bekerja.
Darah harus membeku pada waktu dan tempat yang tepat, dan ketika keadaannya telah pulih seperti sedia kala tidak terjadi pendarahan lagi maka beberapa komponen penggumpal beku itu lenyap. Sistem ini bekerja sempurna secara otomatis.
  • Jika terjadi pendarahan, pembekuan darah harus terbentuk segera untuk mencegah kematian akibat cairan darahnya habis.
  • Selain itu, darah beku tersebut harus menutupi keseluruhan luka, dan lebih penting dan hebat lagi penggumpalan hanya terbentuk tepat di bagian yang luka .
  • Jika tidak demikian , tentu seluruh darah makhluk hidup akan membeku dan menyebabkan kematian,
  • Itulah mengapa bekuan darah itu harus terjadi pada waktu dan tempat yang tepat OK
Terus siapa , komponennya apa , dimana pembekuan itu terjadi ? akan diuraikan materi ini . sebelumnya lihat gambar sebagai bayangan / untuk berimaginasi
  • Trombocyt adalah bagian sel darah berupa keping-keping darah yang berperan dalam pembekuan darah. di dalam tubuh setiap CC mengandung 200 - 300 ribu butir trombocyt
  • Bagian lain yang ikut berperan dalam pembekuan darah adalah protein darah yang ada di plasma darah yaitu Protrombin dan Fibrinogen selain vitamin K dan ion Calsium .
  • Prosesnya sederhana rumusannya : TTP-TFF (Trombocyt-Trombokinase-Protrombin-Trombin-Fibrinogen-Fibrin)
no 1 : Ion Calsium , no 2 Trombokinase/Tromboplastin dan no 3 Benang Fibrin
  • Trombin adalah protein yang membantu proses pembekuan berupa enzim pembekuan darah.
  • Enzim ini hanya dihasilkan di tempat yang terluka yang terbentuk karena reaksi kimia antara protein Protrombin , enzim trombokinase dan vit K serta Ca .
  • Jumlahnya tidak boleh melebihi atau pun kurang dari yang diperlukan.
  • Proses ini terjadi melalui pengawasan yang begitu ketat sehingga trombin hanya terbentuk saat benar-benar ada luka sesungguhnya pada jaringan.
  • Segera setelah enzim trombin mencapai jumlah yang memadai di dalam tubuh, fibrinogen yang ada di plasma darah berupa protein-protein membentuk juluran benang disebut Fibrin.
  • Dalam waktu singkat, sekumpulan serat membentuk jaring, yang terbentuk di tempat keluarnya darah.
  • Ketika luka telah sembuh sama sekali, gumpalan tersebut akan hilang. OK (TTP-TFF)
Jadi ......

  • Ketika pembuluh darah terpotong, darah akan keluar, tetapi keluarnya darah akan segera terhenti karena terjadi pembekuandarah.
gambar:mekanisme pembekuan darah.jpg


Mekanisme pembekuan darah disimpulkan ada tingkat:


  1. Jaringan yang luka atau keeping darah (trombosit) yang rusak akan menghasilkan tromboplastin atau (trombokinase) yang merupakan activator dari protombrin.
  2. Adanya trombokinase menyebabkan perubahan protombin menjadi enzim thrombin. Ion kalsium merupakan zat yang dianggap pemacu perubahan tersebut. Protombin adalah suatu protein plasma yang terdapat dalam plasma dengan konsentrasi 15 mg/100ml (dalam kondisi normal) Protombin berupa senyawa globulin dan selalu dibentuk dihati dengan bantuan vitamin K.
  3. Trombin bekerja sebagai enzim yang mengubah fibrinogen menjadi fibrin yang berupa benang – benang. Fibrinogen adalah protein yang terdapat dalam plasma dalam jumlah 10 -700 mg/ 100ml. sebagian besar fibrinogen dibentuk dalam hati. Dengan terbentuknya benang – benang fibrin yang bertautan mengakibatkan sel-sel darah merah dan plasma terjaring untuk membentuk bekuan itu sendiri.


 SUMBER :
http://www.pantonanews.com/1008-penyembuhan-luka
http://www.scribd.com/doc/100589820/Luka-Dan-Penanganannya


leer más...

FUNGSI DAN KOMPOSISI DARAH

| | 0 komentar


1.    FUNGSI DARAH

Keberadaan darah dalam tubuh mempunyai arti penting bagi kehidupan seseorang. Hal ini disebabkan darah mempunyai beberapa fungsi penting sebagai berikut.
a. Darah Berfungsi Untuk Mengangkut Oksigen dari Paru-Paru ke Seluruh Jaringan Tubuh
                Kandungan oksigen dalam darah antara 0,36% – 20%. Meningkatnya kadar oksigen dalam darah karena adanya ikatan oksigen dengan hemoglobin. Namun, hemoglobin juga mampu mengikat karbon monoksida yang bersifat racun. Gas ini biasa dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor. Jika gas ini terhirup dan berikatan dengan hemoglobin, kandungan oksigen dalam darah menurun. Keadaan ini dapat memberikan dampak bagi kesehatan tubuh.

b. Darah Berfungsi Untuk  Mengangkut Sari-Sari Makanan dari Usus ke Jaringan Tubuh
            Sari-sari makanan seperti asam lemak, asam amino, dan monosakarida masuk ke dalam sistem sirkulasi melalui kapiler yang berada di villi usus halus. Sari-sari makanan ini diangkut menuju ke dalam sel-sel tubuh. Sari-sari makanan ini untuk metabolisme, aktivitas, dan membentuk sel-sel atau jaringan yang baru.

c. Darah Berfungsi Untuk Mengangkut Karbon Dioksida dari Jaringan Tubuh ke Paru-Paru
              Karbon dioksida hasil respirasi sel dilepas dari plasma dan masuk ke dalam dinding kapiler secara difusi, kemudian dibawa ke paru-paru untuk dibuang. Karbon dioksida yang ada dalam darah antara 2,7% hingga 60%. Sebagian karbon dioksida membentuk hidrogen karbonat atau bikarbonat berupa ion (HCO3–) yang diangkut ke plasma dan sel darah merah. Di paru-paru, hidrogen karbonat diuraikan menjadi air dan karbon dioksida. Karbon dioksida dalam pembuluh kapiler secara difusi masuk ke dalam alveolus paru-paru.

d. Darah Berfungsi Untuk Mengangkut Hasil Ekskresi dari Jaringan Tubuh ke Ginjal
           Tubuh dalam melakukan metabolisme menghasilkan zatzat sisa yang bersifat racun, misalnya urea dan asam urat. Zat sisa ini oleh darah diangkut ke ginjal untuk menjalani beberapa proses agar bisa dikeluarkan dari tubuh.

e. Darah Berfungsi Untuk Mengatur dan Mengontrol Temperatur Tubuh
Tubuh saat beraktivitas akan melepaskan panas. Panas yang dihasilkan diedarkan ke seluruh tubuh oleh darah sehingga di seluruh tubuh terdapat kesamaan temperatur. Jika udara di lingkungan dingin, maka pembuluh kapiler akan menciut untuk menghemat panas tubuh. Ketika udara di lingkungan panas, maka pembuluh kapiler akan melebar dan aliran darah semakin cepat sehingga panas tubuh dapat diedarkan ke seluruh tubuh.


f. Darah Berfungsi Untuk  Mengatur Distribusi Hormon

           Di dalam tubuh terdapat kelenjar yang menghasilkan hormon. Hormon ini diangkut oleh plasma dan dikirim ke bagian tubuh yang memerlukannya.



leer más...

Kamis, 27 September 2012

MEKANISME PENCERNAAN PROTEIN

| | 1 komentar



Di dalam rongga mulut, protein makanan belum mengalami proses pencernaan.Pencernaan protein dimulai di lambung.
  1. Lambung merupakan suatu tempat yang pada berbagai spesies, protein mula-mula dicerna. Langkah pertama dalam pencernaan protein terjadi, bila pakan berhubungan dengan enzim pepsin dari getah lambung. Pepsin memecah protein menjadi gugusan yang lebih sederhana, yaitu proteosa dan pepton. Getah pankreas yang mengandung enzim tripsin, khimotripsin, dan karboksipeptidase dialirkan ke duodenum. Enzim-enzim tersebut meneruskan pencernaan protein, yang dalam lambung dimulai oleh pepsin, memecah zat-zat lebih rumit menjadi peptida dan akhirnya kedalam asam-asam amino (Anonim, 2007). Asam klorida lambung membuka gulungan protein (proses denaturasi), sehingga enzim pencernaan dapat memecah ikatan peptide. Asam klorida mengubah enzim pepsinogen tidak aktif yang dikeluarkan oleh mukosa lambung menjadi bentuk aktif pepsin. Karena makanan hanya sebentar saja tinggal di dalam lambung, pencernaan protein hanya terjadi hingga dibentuknya campuran polipeptida, proteose dan pepton (Almatsier, 2001). Di lambung, Hydrochloric acid (HCL) menguraikan rangkaian protein (denaturasi protein) dan mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin lalu menguraikan protein menjadi polipeptida kecil dan beberapa asam amino bebas.
  2. Pencernaan protein dilanjutkan di dalam usus halus oleh campuran enzim protease. Pankreas mengeluarkan cairan yang bersifat sedikit basa dan mengandung berbagai prekursor protease, seperti tripsinogen, kimotripsinogen, prokarboksipeptidase, dan proelastase. Enzim-enzim ini menghidrolisis ikatan peptide tertentu. Di usus halus, polipeptida diuraikan menjadi asam amino dengan menggunakan enzim pankreas dan intestinal protease:
a.       Trypsin -> menguraikan ikatan peptida menjadi asam amino lysine dan arginine.
b.      Chymotrypsin -> menguraikan ikatan peptoda menjadi asam amino phenylalanine, tyrosine, tryptophan, methionine, asparagine, dan histidine.
c.       Carboxypeptidase -> menguraikan asam amino  dari ujung karboksil polipeptida.
d.      Elastase dan collagenase -> menguraikan polipeptida menjadi polipeptida ynag kebih kecil dan tripeptida.
Dan enzim yang ada di permukaan sel dinding usus halus:
a.       Intestinal tripeptidase -> menguraikan tripeptida menjadi dipeptida dan asam amino.
b.      Intestinal dipeptidase -> menguraikan tripeptida menjadi asam amino.
c.       Intestinal aminopeptidase -> menguraikan asam amino dari ujung amino polipeptida kecil.
Sentuhan kimus terhadap mukosa usus halus merangsang dikleuarkannya enzim enterokinase yang mengubah tripsinogen tidak aktif  yang berasal dari pancreas menjadi tripsin aktif. Perubahan ini juga dilakukan oleh tripsin sendiri secara otokatalik. Di samping itu tripsin dapat mengaktifkan enzim-enzim proteolitik lain berasal dari pancreas. Kimotripsinogen diubah menjadi beberapa jenis kimotripsin aktif; prokarboksipeptidase dan proelastase diubah menjadi karboksipeptidase dan elastase aktif. Enzim-enzim pankreas ini memecah protein dari polipeptida menjadi peptide lebih pendek, yaitu tripeptida, dipeptida, dan sebagian menjadi asam amino. Mukosa usus halus juga mengeluarkan enzim-enzim protease yang menghidrolisis ikatan peptide.
  1. Hidrolisis produk-produk lebih kecil hasil pencernaan protein dapat terjadi setelah memasuki sel-sel mukosa atau pada saat diangkut melalui dinding epitel. Mukosa usus halus mengeluarkan enzim amino peptidase yang memecah polipeptida menjadi asam amino bebas. Enzim ini membutuhkan mineral Mn ++ atau Mg++  untuk pekerjaannya. Mukosa usus halus juga mengandung enzim dipeptidase yang memecah dipeptida tertentu dan membutuhkan mineral Co++  atau Mn++ untuk pekerjaannya.
  2. Enzim-enzim proteolitik yang ada dalam lambung dan usus halus pada akhirnya dapat mencernakan sebagian besar protein makanan menjadi asam amino bebas. Tripsin dan kimotripsin dapat lebih cepat dan sempurna bekerja bila didahului oleh tindakan pepsin. Tetapi, kedua jenis enzim ini tanpa didahului pepsin juga membebaskan asam amino dari protein.
  3. Setelah itu, asam amino diserap oleh dinding usus, lalu diangkut ke sel, dimana asam amino tersebut dilepaskan ke dalam darah.
  4. Kelebihan protein tidak disimpan dalam tubuh, melainkan akan dirombak dalam hati menjadi senyawa yang mengandung unsur N, seperti NH3 (amonia) dan NH4OH (amonium hidroksida) serta senyawa yang tidak mengandung unsur N. Senyawa yang mengandung unsur N akan disintesis menjadi urea  di hati, karena hati mempunyai enzim arginase. Urea diangkut bersama zat-zat sisa lainnya ke ginjal untuk dikeluarkan melalui urin.
Senyawa Protein alam seringkali memperlihatkan ketahanan terhadap pencernaan enzim-enzim tersebut, oleh karenanya perlu dirubah terlebih dahulu sedemikian rupa sehingga bentuk tiga dimensional dari protein dipecah ke dalam bentuk sederhana untuk memudahkan bagi enzim menghidrolisanya. Berlawanan dengan manusia yang memperoleh sebagian besar makanan proteinnya dimasak dan dengan demikian memperoleh protein dalam keadaan yang sudah dirubah, maka ayam memperoleh sebagian besar proteinnya dalam bentuk aslinya (dialam langsung tanpa perlakuan pemasakan) dan perubahan akan dilaksanakan dalam proventrikulus dan empedal. Molekul-molekul protein alam dapat mengandung hanya sedikit senyawa yang peka terhadap aksi proteinase. Akan tetapi keadaan asam proventrikulus dan empedal berguna untuk memecah protein sedemikian rupa sehingga sebagian besar senyawa peptida yang peka terhadap pepsin menjadi terurai.
Sekali proteolisis telah dimulai oleh pepsin maka akan terjadi peningkatan yang cepat dalam kepekaan senyawa peptida terhadap hidrolisis oleh enzim-enzim proteolitik usus halus. Polipeptida hasil pencernaan pepsin dalam proventrikulus dan empedal kemudian dipecah oleh tripsin, khimotripsin dan elastase di usus halus. Aksi enzim-enzim tersebut membebaskan banyak sekali senyawa peptida terakhir yang dicerna oleh aminopeptidase, karboksipeptidase dan peptidase khusus lainnya yang terdapat dalam rongga atau mukosa usus kecil. Setiap enzim harus memainkan peranannya dalam urutan hidrolisis protein. Dalam banyak hal, hidrolisa hasil kegiatan satu enzim melengkapi substrat untuk enzim berikutnya. Jadi hambatan setiap enzim proteolitik, terutama dari enzim permulaan, pepsin atau tripsin akan mengakibatkan penurunan yang nyata dalam pencernaan protein.
leer más...

Blog List

My Blog List

About this blog




Visitors ulun...

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Blogger news


Pages

Uswatun Nida saima. Diberdayakan oleh Blogger.

Pages - Menu

Translate

About Me

Followers

About Me

 
 

Diseñado por: Compartidísimo
Con imágenes de: Scrappingmar©

 
Ir Arriba