Kamis, 27 September 2012

PROTEIN

| |



P R O T E I N

PENDAHULUAN
Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus Anonim, 2009﴿. Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Seperlima bagian tubuh adalah protein, separonya ada di dalam otot, seperlima ada di dalam tulang dan tulang rawan, sepersepuluh di dalam kulit, dan selebihnya ada di jaringan lain dan cairan tubuh. Protein mempunyai fungsi khas yang tidak dapat digantikan oleh zat gizi lain, yaitu membangun serta memelihara sel-sel dan jaringan tubuh Almatsier, 2001﴿.
Protein yang kita kenal sehari-hari, sebagai salah satu bahan makanan utama, dapat berasal dari protein nabati dan protein hewani. Protein ini dikatakan protein alami, karena berasal dari makhluk hidup. Sedang di antara makanan kita terdapat juga protein sintetis, yaitu protein yang dibuat oleh manusia, berdasarkan reaksi-reaksi yang dilakukan di industri kimia.
Protein tergolong senyawa makromolekul, atau polimer, karena molekul protein merupakan gabungan dari molekul-molekul yang lebih kecil, terkenal dengan nama monomer. Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof) Rufiati, 2009﴿.
Tujuan
1.         Menjelaskan dan dapat menuliskan rumus senyawa protein.
2.         Mendeskripsikan proses pencernaan protein

SENYAWA PROTEIN
Protein merupakan suatu zat makanan yang sangat penting bagi tubuh, karena zat ini di samping berfungsi sebagai bahan bakar dalam tubuh juga berfungsi sebagai zat pembangun dan pengatur. Protein adalah sumber asam–asam amino yang mengandung unsur–unsur C, H, O dan N yang tidak dimiliki oleh lemak atau karbohidrat. Molekul protein mengandung pula fosfor, belerang, dan ada jenis protein yang mengandung unsur logam seperti besi dan tembaga.
Protein sebagai pembentuk energi akan menghasilkan 4 kalori tiap gram protein. Sebagai zat pembangun, protein merupakan bahan pembentuk jaringan– jaringan baru yang selalu terjadi dalam tubuh. Pada masa pertumbuhan proses pembentukan jaringan terjadi secara besar-besaran, pada masa kehamilan proteinlah yang memebentuk jaringan janin dan pertumbuhan embrio. Protein juga mengganti jaringan tubuh yang rusak yang perlu dirombak. Fungsi utama protein bagi tubuh ialah untuk membentuk jaringan baru dan mempertahankan jaringan yang telah ada.         Protein dapat juga digunakan sebagai bahan bakar apabila keperluan energi tubuh tidak terpenuhi oleh karbohidrat dan lemak. Protein ikut pula mengatur berbagai proses tubuh, baik langsung maupun tidak langsung dengan membentuk zat– zat pengatur proses dalam tubuh. Protein mengatur keseimbangan cairan dalam jaringan dan pembuluh darah, yaitu dengan menimbilkan tekanan osmotik koloid yang dapat menarik cairan dari jaringan ke dalam pembuluh darah. Sifat amfoter protein yang dapat bereaksi dengan asam dan basa, dapat mengatur keseimbangan asam-basa dalam tubuh.
Dalam setiap sel yang hidup, protein merupakan bagian yang sangat penting. Pada sebagian besar jaringan tubuh, protein meripakan komponen terbesar setelah air. Diperkirakan separuh atau 50% dari berat kering sel dalam jaringan seperti misalnya hati dan daging terdiri dari protein, dan dalam tenunen segar sekitar 20-50%.

Protein dalam tubuh manusia, terutama dalam sel jaringan, bertindak sebagai bahan membran sel, dapat membentuk jaringan pengikat misalnya kolagen dan elastin, serta membentuk protein yang inert seperti rambut dan kuku. Di samping itu protein dapat bekerja sebagai enzim, bertindak sebagai plasma (albumin), membentuk antibodi, membentuk kompleks dengan molekul lain, serta dapat bertindak sebagai bagian sel yang bergerak (protein otot). Kekurangan protein dalam waktu lama dapat mengganggu berbagai proses dalam tubuh dan menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.
Protein alam bahan makanan yang dikonsumsi manusia akan diserap oleh usus dalam bentuk asam amino. Kadang – kadang beberapa asam amino yang merupakan peptida dan molekul–molekul protein kecil dapat juga diserap melalui dinding usus, masuk ke dalam pembuluh darah. Hal semacam inilah yang akan menimbulkan reaksi–reaksi alergik dalam tubuh yang sering kali tibul pada orang yang makan bahan makanan yang mengandung protein, seperti susu, ikan laut, udang, telur, dan sebagainya.
Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).                                        Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838. Protein terdiri atas rantai-rantai panjang asam amino, yang terikat satu sama lain dalam ikatan peptida. Molekul protein lebih kompleks daripada karbohidrat dan lemak dalam hal berat molekul dan keanekaragaman unit-unit asam amino yang membentuknya. Ada dua puluh jenis asam amino yang diketahui sampai sekarang yang terdiri atas sembilan asam amino esensial asam amino yang tidak dapat dibuat tubuh dan harus didatangkan dari makanan﴿ dan sebelas asam amino nonesensial.
Asam Amino
Asam amino terdiri atas atom karbon yang terikat pada satu gugus karboksilat - COOH﴿, satu gugus amino - NH2﴿, satu atom hydrogen -H﴿ dan astu gugus radikal -R﴿ atau rantai cabang, sebagaimana tampak pada gambar 1.1.
                              COOH gugus karboksil﴿
 

                     H – C – R 


 
                                      NH2 gugus amino﴿
Gambar 1.  Struktur asam amino (Almatsier, 2001: 78)

Klasifikasi asam amino menurut jumlah gugus asam karboksil﴿ dan basa amino﴿ yang dimiliki adalah; 1﴿ asam amino netral yaitu asam amino yang mengandung satu gugus asam dan satu gugus amino; 2﴿ asam amino asam rantai cabang asam﴿ yaitu asam amino yang mempunyai kelebihan gugus asam dibandingkan dengan gugus basa; 3﴿ asam amino basa rantai cabang basa﴿ yaitu asam amino yang mempunyai kelebihan gugus basa; 4﴿ asam amino yang mengandung nitrogen imino pengganti gugus amino primer dinamakan asam imino.
1)      Asam amino netral
Asam amino netral terdiri atas asam amino alifatik (rantai cabang terdiri atsa hidrokarbon﴿, asam amino dengan rantai cabang hidroksil, asam amino dengan rantai cabang aromatik dan asam amino dengan rantai cabang yang mengandung sulfur.

Tabel 1.1 Klasifikasi Asam Amino Menurut Gugus Asam dan Basa

Asam Amino
Lambang
Struktur Gugus Samping
1.      As. Amino netral
a.    Alifatik
a.    Glisina
b.    Alanina
c.    Valina
d.   Leusina
e.    Isoleusina


Gly
Ala
Val
Leu
Ile


–H
–CH3
–CH(CH3)2
–CH2CH(CH3)2
–CH(CH3)CH2CH3
b.    Rantai Cabang Hidroksil
a.    Serin
b.    Treonin

Ser
Thrs

–CH2OH
–CH(OH)CH3
c.    Rantai Cabang Aromatik
a.    Fenilalanin

b.    Tirosin

c.    triftofan






Fen

Tyr

Trp

C   
  H2
         C       OH
          H2
       
CH2C       


 
          HC 
                    N
d.    Rantai Mengandung Sulfur
a.    Sistein
b.    Metionin

Cys
Met

–CH2SH
–CH2CH2SCH3
2.      Asam Imino
Prolin

Pro

            CH2
H2C                    CH2
          NH –CH 
                          COOH
3.      Asam Amino Asam
a.    Asam aspartat
b.    Asam glutamate

c.    Asparagin


d.   Glutamin

Asp
Glu

Asn


Gln


–CH2COOH
–(CH2)2COOH             
                   O
          
           C – C– NH2
              H2
                     O
          
    C C – C– NH2
       H2   H2
4.      Asam Asam Basa
a.    Lisin
b.    Arginin
c.    Histidin


Lis
Arg
His



–(CH2)4NH2
–(CH2)3NHC(NH2)=NH
CH2 C         CH






 
         HN         N
                 C
                 H


Dr. William Rose (1917) seorang pioner dalam penelitian protein dengan menggunakan berbagai campuran asam amino, membagi asam amino dalam dua golongan, yaitu asam amino esensial dan tidak esensial. Ternyata ada Sembilan jenis asam amino esensial untuk manusia yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh. Kesembilan asam amino ini tidak dapat disintesis tubuh, yang berarti harus ada dalam makanan sehari-hari. Bila tubuh mengandung cukup nitrogen, tubuh mampu mensintesis sebelas jenis asam amino lain, yaitu asam amino tidak esensial yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh. Nitrogen ini dapat berasal dari asam amino tidak esensial lain atau dari asam amino esensial yang berlebihan.
Tabel 1.2   Klasifiksai Asam Amino Menurut Esensial, Tidak Esensial Bersyarat dan Tidak Esensial

Asam Amino
Esensial
Tidak Esensial Bersyarat
Tidak Esensial
Leusin
Isoleusin
Valin
Triptofan
Fenilalanin
Metionin
Treonin
Lisin
Histidin
Prolin
Serin
Arginin
Tirosin
Sistein
Trionin
Glisin
Glutamate
Alanin
Aspartat
Glutamine

Sumber: Almatsier, 2001: 82

Asam amino tidak esensial adalah asam amino yang dapat disintesis melalui aminase reduktif asam keton atau melalui transaminase. Asam amino tidak esensial bersyarat adalah asam amino yang disintesis dari asam amino lain atau metabolit mengandung nitrogen kompleks lain. Sintesis asam amino tidak dilakukan melalui transaminse sederhana. Ternyata nitrogen amino tidak bebas bisa dipertukarkan antarsemua asam amino. Sistein ternyata disinteis dari metionin atau serin, tirosin dari fenilalanin, arginin dan prolin dari glutamate dan aspartat, dan histidin dari adenine dan glutamine. Asam amino yang diperlukan untuk mensintesis asam amino tidak esensial ini dinamakan prekursor asam amino tersebut.

1 komentar:

Ir arriba
Annida SaimaRamadhani mengatakan...

this info was very important to you

Poskan Komentar

Blog List

My Blog List

About this blog




Visitors ulun...

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Blogger news


Pages

Uswatun Nida saima. Diberdayakan oleh Blogger.

Pages - Menu

Translate

About Me

Foto Saya
Annida SaimaRamadhani
I love science and obsessed by amazing nature

Lihat profil lengkapku

Followers

About Me

Foto Saya
Annida SaimaRamadhani
I love science and obsessed by amazing nature

Lihat profil lengkapku
 
 

Diseñado por: Compartidísimo
Con imágenes de: Scrappingmar©

 
Ir Arriba